Sunday, May 15, 2016

AKAN KEMANA ?

Hai......... 
Udah hampir setahun ya tidak pernah memposting sesuatu di blog ini.


Well, apa yang berubah di tahun ini dibandingkan tahun kemarin?
Yup, alhamdulillah salah satu resolusi tahun 2016 yang udah tercapai adalah dapat menyelesaikan kuliah S1 Manajemen dalam 3,5th. Dan important to note : aku udah gak galauan lagi masalah kehidupan asmara lhoh :p
Sebenernya salah satu faktor yang bikin aku udah ga pernah posting apapun di blog ini karena memang sibuk skripsi kemarin. Pengen sih ngepost tentang perjuangan garap skripsi dengan aneka suka dukanya yang gak pernah terlupakan dalam hidup, tapi ya tadi itu... garap skripsi bikin begadang dan banyak pikiran, jadi ga sempet posting apa2 selain garap, ngolah data dan revisian buat ngejar gelar sarjana :" 


Hari ketika sidang skripsi adalah saat yang gak pernah terlupakan, salah satu momen penting yang menentukan kelulusanku dalam menyelesaikan tugas akhir. Seneng, terharu, bangga, dan puas adalah aneka perasaan yang tercampur jadi satu. Euforianya berasa tahan sampe semingguan, abis gitu... berasa gabut karena gak ada yang bisa dikerjain lagi selain nunggu wisuda di bulan Maret kemaren. 


Masa di mana mengisi jeda antara kelulusan sidang sampai ke wisuda itulah yang membuatku berusaha memikirkan dengan matang apa yang akan aku lakukan selanjutnya. Ketakutan yang menghantui bukan lagi bagaimana caranya lulus dan dapet gelar sarjana, tapi mau kemana aku setelah kelulusan ini. Dan percayalah... memikirkan itu cukup membuat kalian gak nafsu makan, kepikiran, dan begadang (ya mungkin gak sealay ini juga sih) . Yeah... pertanyaan yg lazim menghampiri pasti ' Mau Kerja atau S2 ?' oke opsi pertanyaan ' atau mau Nikah? ' juga disertakan. 

Akan kemana aku selanjutnya setelah wisuda nanti ? berhari-hari aku berpikir, mempertimbangkan apa yang harus aku pilih. Setelah semua diskusi dengan orang tua, dosen2ku yang selama ini membantuku, dan segala pertimbanganku, akhirnya aku menemukan jawaban atas ketakutanku. Yeah... aku akan melanjutkan untuk belajar lagi, yang berarti... aku akan menempuh S2. 



Kenapa aku memilih S2?

First, aku memang suka belajar... oke mungkin agak aneh kedengarannya, tapi memang aku suka mempelajari sesuatu, aku suka mendapat ilmu baru. Dan to be honest, aku merasa apa yang aku pelajari di S1 masih kurang, jadi aku memang berkeinginan untuk memperdalamnya lebih baik lagi di S2 nanti dengan konsentrasi sama seperti yang aku tempuh di S1 yaitu Manajemen Keuangan. Mungkin bisa dibilang aku haus ilmu ? (ini mungkin terkesan lebay wkwkkw) Yeah, bisa dibilang begitu, tapi aku lebih ngerasa aku penasaran sama ilmunya, aku ingin mendalami dan ingin bisa mengembangkan di kehidupan masa depan kelak. 

Second, selain aku suka mempelajari sesuatu, aku juga suka mengajari orang lain untuk menjadi lebih paham akan sesuatu. Aku gatau kenapa, aku seneng banget mengajari orang lain untuk bisa menjadi ngerti sesuatu dengan logika dan penyampaian sederhana yang aku berikan. Rasanya kayak bisa menolong orang lain memecah kegelapan pikiran. Memang selama aku masih menjadi mahasiswi S1 kemarin aku pernah berkesempatan menjadi asisten dosen untuk beberapa mata kuliah dan disamping itu aku juga mengajari adik2 kelas informal di luar kampus ketika mereka tidak paham akan suatu materi perkuliahannya. Berangkat dari pengalamanku dan kebahagiaanku untuk ikut serta menuntun orang lain menjadi lebih mampu memahami sesuatu, maka aku ingin menjadikan diriku sebagai akademisi. Aku ingin menekuninya dan memang aku menyadari bahwa diriku lebih tepat di bidang akademis daripada bekerja kantoran, bukan karena apa2, namun aku sadar diriku lebih fit di akademik dengan pengalaman dan passionku dalam belajar dan mengajari. Jadi aku perlu lebih baik dalam mempelajari ilmu, dan caranya adalah dengan melanjutkan belajarku di S2.



Aku tahu, dan benar-benar paham opportunity cost yang akan aku dapatkan ketika aku menempuh S2 ini yaitu di antara teman2ku yang sudah bekerja dan mendapatkan gaji, sementara aku masih berkutat dengan kelas perkuliahan dan penelitian selama kurang lebih 2 tahun. Aku tahu ini akan membuatku mungkin merasa tertinggal karir di antara teman2ku yang sudah bekerja. Namun, satu yang aku yakini bahwa pendidikan adalah salah satu cara menuntunmu ke kesuksesan, aku tidak merasa harus tertinggal karir dengan teman2ku yang sudah bergaji, karena aku tahu jalan hidup masing2 kita yang sudah menentukan sejak lulus dari bangku perkuliahan S1. Seseorang pernah berkata padaku ' apa yang membedakan manusia satu dengan lainnya? jawabannya adalah ilmu, semakin kamu berilmu maka kamu akan lebih dapat melihat dan memaknai dunia ini lebih baik ' 
Belajar lagi di S2 memang bisa dilakukan kapan saja mungkin 10 tahun lagi baru ambil S2 juga bisa, tidak ada batasan untuk belajar. Dan aku memilih untuk segera mengambilnya....

Aku meyakini dengan ilmu maka kita dapat membuat dunia menjadi lebih baik lewat pendidikan yang diberikan. Aku ingin membuat orang lain lebih memahami ilmu itu dan membuat mereka menyukai ilmu itu, aku ingin menghapus anggapan belajar itu membosankan dan sulit dimengerti. Bayangkan bagaimana ketika kita sebagai bagian dari akademisi mampu mengubah 1 orang dan dari waktu ke waktu menjadi lebih banyak orang yang dapat mengembangkan serta mengkontribusikan apa yang mereka pelajari selama ini. Yeah... perubahan besar selalu dimulai dari hal paling kecil.




Dan... kenapa aku tidak memilih opsi MENIKAH setelah lulus S1 ?
Pilihan setiap orang memang berbeda-beda dan masing-masing memiliki prioritasnya.. Aku tidak bilang bahwa nikah muda itu hal yang tidak biasa, karena setiap orang punya pilihan hidupnya masing-masing, dan aku percaya orang yang memilih nikah muda setelah lulus S1 memiliki kebahagiaan untuk dapat membina keluarga kecilnya lebih awal, dan aku rasa tidak ada yang salah dengan ide nikah muda.
Kalau ditanya ' lantas kenapa tidak memilih nikah setelah S1? ' jawabannya karena aku ingin mengejar dan mencapai banyak hal sebelum mengikatkan diri pada suami dan keluarga kecilku nantinya. Aku masih ingin belajar lagi dan mempersiapkan diri lebih baik secara mental dan pribadi, aku masih ingin mengejar karirku, aku ingin memenuhi impian orang tuaku dan membahagiakan mereka sebelum aku menikah. Aku tahu, menikah bukan alasan untuk menghalangi karir atau impian orang tuaku, namun aku merasa bahwa aku pun masih ingin memantaskan diri menjadi wanita yang lebih baik yang dapat membuat calon suamiku kelak bangga memilih dan memilikiku. 
Jodoh di tangan Allah, dan aku hanya dapat berdoa serta berikhtiar semoga Allah melancarkan urusan jodohku :)



Yah... begitulah kira-kira rencanaku. Semoga lancar dan sesuai perkiraan, semoga Allah memudahkanku dalam mencapainya agar dapat membahagiakan orang tuaku juga.
Bagaimana denganmu ? Semoga sukses yaaaah, apapun jalan yang kita pilih... see u on top :)