I remember what you wore on the first day
You came into my life and I thought hey
You know, this could be something...
Aku bertemu denganmu dua tahun yang lalu di kantin sekolah.
Aku masih ingat wajahmu yang tersenyum di hadapanku,juga ekspresi kebingungan pada wajahmu ketika hendak membeli minuman. 'Semester berapa kak sekarang ? Pasti semester 4 ya?' tanyaku dengan polos. 'Sudah lulus.' Pertanyaan dan jawaban itu masih teringat sampai sekarang. Betapa sok tahunya aku saat itu. Aku tidak lupa...
Satu tahun berlalu,kita tidak pernah bertemu lagi. Aku sibuk dengan dunia perkuliahanku yang baru,tenggelam dengan teman-teman baru,dan tidak pernah tahu kabarmu.
Sore itu,musim panas di bulan Juli 2013,aku menghadiri acara pertemuan dengan teman-teman lama,dan aku bertemu denganmu lagi. Lagi,aku duduk di hadapanmu,mencoba tersenyum,dan kita mengobrol hal-hal kecil. Lewat obrolan itu aku sedikit tahu tentangmu,kita menyukai hal yang sama,sastra.
Esoknya,kita bertemu lagi di acara demo ekstrakurikuler SMA,aku yang saat itu tidak membawa atribut jas lab sedikit kebingungan,dan kamu meminjamkannya. Aku tidak lupa...
'Cause everything you do and words you say
You know that it all takes my breath away
And now I'm left with nothing...
Beberapa hari kemudian,malam di hari minggu,handphoneku memunculkan notifikasi dari sosial media,aku membukanya dan muncullah chat 'doakan ujianku ya' . Kaget,dan entah perasaan apa namanya yang muncul saat itu,rasanya seperti meledak,dan aku sadar mendapati diriku yang tersenyum saat melihat kalimat itu. Aku mendapat teman baru. Aku tidak lupa...
'Cause when I close my eyes and drift away
I think of you and everything's okay
I'm finally now believing...
Dari hal itulah,kita berkomunikasi,sekedar menyapa ketika kebosanan,dan ketika belum tidur,bercanda dan mengingat masa kecil.
Beberapa waktu,aku menghilang,kamu pun menghilang sibuk dengan ujian akhir kelulusan,kita tidak ada kabar.
Semester 3 berlalu,aku yang saat itu baru sembuh dari luka hati yang kualami karena seseorang ketika akhir semester,mencoba menjalani hari seperti biasa,menjadi diriku yang seperti semula.
Tengah semester 4.
Aku yang sedang letih dan pusing memikirkan nasib ujian yang hari itu telah kulalui,mendapati
notifikasi muncul dari handphone malam itu.
Ya,berawal dari saat itu,kita pada akhirnya seperti ini.
Kamu tahu,aku selalu mengingat hal-hal kecil,dan tentu saja bagaimana kita bertemu,pertama mengobrol,dan ekspresi di saat-saat itu,aku tidak lupa...
Aku tidak membutuhkan kamera untuk memotretnya,aku tidak perlu rekaman untuk mengingatnya,karena setiap hal yang aku lalui tersimpan rapi di kotak memoriku,yang suatu saat akan bermunculan,seperti kilatan-kilatan yang bermunculan,membawaku ke sana,ke waktu yang pernah mempertemukan kita.
Bukan...bukan karena otakku terlalu jenius,bukan itu,karena aku cuma gadis biasa.
Namun,kenangan yang membekas dan berarti itulah yang membuatnya melekat,rapi,dan abadi di memori ini.
Terima kasih,kamu sudah membuat sekotak kenangan baru.
No comments:
Post a Comment